Review film Contagion-2011 [Refleksi]


"Dia yang menginginkan tetapi tidak bertindak, sama halnya menumbuhkan wabah penyakit"
~William Blake

Salam Literasi…

Tulisan ini diinspirasi sebuah ungguhan trailler film ini oleh salah seorang teman di akun media sosialnya dan berujung pada menonton langsung filmnya yang berdurasi . Saya cukup aktif dalam mencari informasi tentang wabah virus yang melanda dunia saat ini. Dengan informasi yang tiap hari saya kumpulkan akhirnya saya memutuskan menonton kembali film tersebut dan menulis bagian-bagian yang saya anggap cukup penting yang mampu merefleksikan dengan kondisi sekarang ini.


Film tersebut dirilis sejak tahun 2011, jadi, ada diantara kita yang sudah menontonnya atau bahkan telah berulang kali. Senggakk-nggaknya tulisan ini memiliki dua tipe pembaca, yang belum menonton sama sekali dan telah menonton. Merefleksi dan mengingatkan kembali.


Menurut saya, tulisan ini cukup panjang, jadi saya sajikan bagian per bagian hari mewabahnya virus tersebut. Tujuannya, jika ada dari teman-teman yang tidak mampu menyelesaikan dalam satu kali baca, mampir-lah kembali jika ada waktu luang untuk menyelesaikan agar tidak terjadi gagal paham.

***

Hari ke 2


Awal Cerita- Ny. Beth mulai merasakan tidak enak badan (pusing dan pucat)  ketika di Bandara Hongkong, dia ingin pulang  ke kediamannya di Minneapolis menggunakan pesawat. Pada scane ini, digambarkan beberapa daerah yang terjangkit virus dalam cerita film ini dengan para penderita pertamanya, antara lain wilayah Kowloon-Hongkong (2.1 juta pupulasi), Londong-England (8.6 juta populasi), Minneapolis (3.6 Juta populasi), Tokyo-Jepang (36,6 populasi) dan San Francisco-Calofornia (3.5 Juta populasi).


Hari ke 3

Di tampilkan beberapa sosok dalam film, seperti  dr. Cheevar (Dokter yang akan menangani virus), Alan (seorang jurnalis dan penulis di laman blog), Clark (anak Ny. Beth),  Emhoff (suami Ny. Beth)


Hari itu Tn. Emhoff  menjemput Clark di sekolahnya karena mendapat kabar bahwa anaknya tidak enak badan. Sebelumnya Clark telah kontak langsung dengan Beth (ibunya) pada saat tiba dari Hongkong.


Hari ke 4

Ny. Beth tumbang pada saat membuat minuman panas, dirinya kejang-kejang dan mulai mengeluarkan cair putih dari mulutnya. Emhoff kemudian membawanya ke rumah sakit agar ditangani oleh  Dokter dengan segera. Namun, Beth sudah tidak tertolong lagi, kondisi ini membuat Emhoff syok. Ia sekan belum menerima bahwa istrinya telah meninggal dunia. Dalam perjalanan pulang, Emhoff mendapatkan kabar bahwa Clark mulai tidak enak badan lagi. Ketika Emhoff sampai di rumah, Clark telah tiada, gejala yang ditimbulkan sama persis yang dilihat pada istrinya Beth. (menjadi pertanyaan saya saat itu, mengapa Emhoff tidak ikut merasakan gejala tersebut, padahal ia juga melakukan kontak dengan Beth-istrinya?)


Hari ke 5

Di kantor WHO (Geneva-Switchland) dr. Maears dkk (rekan dr. Cheevar dikemudian hari) telah membahas kasus virus tersebut. Saat itu kasus kematian 2 orang dan terjangkit 10 orang di Bejing. Di Chicago (9.2 juta populasi) seorang wanita meninggal dunia tiba-tiba  di dalam Bus karena radang otak (efek yang ditimbulkan sama dengan Beth dan Clark). Jasad Beth kemudian didentifikasi pada bagian kepala, dan Dokter yang menanganinya dengan heran setelah melihat bagian isi kepala Beth.


Hari ke 6

WHO mengambil langkah untuk segera mengisolasi yang sakit dan mengarantinakan orang-orang yang mulai terjangkit. Virusnya telah diidentifikasi dengan ciri-ciri 15-19 kilobase serta mengandung 6-10 gen,tipe paramyxovirus.


Hari ke 7

Dr. Cheevar mulai dipanggil oleh WHO untuk membicarakan dimana virus tersebut yang mulai pertama kali mewabah. Sekolah-sekolah mulai meliburkan anak-anak untuk mencegah penularan wabah tersebut, disisi lain, agen WHO (dr. Mears) kemudian mendatangi sekolah dimana pertama kali penderita wabah tersebut. Mulai mengidentifikasi orang-orang yang terlibat kontak dengan penderita itu, dan se-bisa mungkin mengisolasi orang-orang tersebut agar tidak melakukan kontak dengan orang sekitarnya. Seorang yang telah melakukan kontak Emhoff sedang berada di luar mengadakan perjalanan dengan bus, beruntung, kontaknya mudah di temukan dan dr. Mears, memberikan instruksi untuk keluar dari bus dan tidak menyentuh apa pun. Namun, karena kondisinya sudah melemah, pegangan-pegangan dalam bus tersebut di sentuhnya sembari keluar dari bus. Pada saat diluar, orang-orang sekitar mengerumuninya, sebagai bentuk respek, tak ada rasa takut. Beberapa saat kemudian, agen tersebut datang dan memberikan pertolongan pertama. Pemandangan memakai masker pertama kali dalam film ini mulai dimunculkan.

Petugas medis mulai menerapkan identifikasi kepada setiap pasien yang terjangkit dengan cara wawancara, segala hal yang menimbulkan kontak fisik dalam kondisi apa pun. Pada menit ke 28, para ahli mulai mendapatkan gambaran tentang virus tersebut, hasilnya berasal dari hewan yaitu kelelawar dan babi. Dalam komputer diperlihatkan bagaimana virus tersebut jika berikatan dengan sel manusia. dr. Cheevar mengatakan bahwa ini adalah  virus baru dan kita tidak memiliki protokol pengobatan termasuk vaksinnya.


Hari ke-8

Diumumkan daerah-daerah (Minneapolis, Chicago, Los Angeles, Boston dan Salt Lake) yang mulai terjangkit wabah virus. Jumlah area dan tentunya jumlah orang yang terjangkit pun akan bertambah. WHO mulai mengirimi Hongkong ahli Epidemi (dr. Orantes), “Sulit tahu penyakit apa ini tanpa tahu asal muasal-nya” kata dr. Cheever dalam confrensi pers. Pada saat itu Hongkon memiliki pupulasi 7,1 juta jiwa. Ally bekerjasama dengan dokter-dokter yang  ada di Hongkong dalam mencari tahu penyebaran virus tersebut, dan hasilnya sekitar 89.000 kasus ditemukan dan diramalkan aka menikat hingga 267.000 kasus. dr. Cheevar dan rekannya telah melihat bahwa virus tersebut dapat membunuh setiap sel yang diberikan, Babi, Ayam dan lainnya. Di tempat lain San Fransisco, Seorang dokter bernama dr. Sussman meniliti sampel virus tersebut dalam laboratoriumnya. “kuncinya adalah sel janin kelelawar Geelong”


Hari ke 12

Nama virus yang ditemukan oleh dr. Sussman adalah viurs MEV-1. Langkah tersebut merupakan awal untuk menemukan vaksinnya. Untuk pertama kalinya seorang jurnalis yang menulis dalam blognya mengungkapkan bahwa obat dari virus tersebut bernama “forsythia”.

Pada hari ke 12 ada keanehan yang terjadi pada Emhoff, ia sama sekali tidak terjangkit oleh virus tersebut. Padahal pada hari kedua, ketika istri serta anaknya meninggal dunia karena virus, dia orang berkontak langsung. Dijelaskan bahwa dia merupakan salah satu dengan kekebalan tubuh yang tidak terjangkit oleh virus tersebut. dr. Mears merancang sebuah bangunan untuk menangani pasien-pasien yang terjangkit, yang tidak lain merupakan gedung olahraga yang cukup besar.


Hari ke 14

dr. Erin Mears yang selama film diputar telah banyak menangani virus tersebut pada hari ke 14 juga ikut terjangkit. Gejala yang ia rasakan tak bisa menelan, susah bernafas dan memiliki suhu tubuh 101,8 . Dia sangat menyadari hal tersebut hingga pada kondisi itu, dirinya masih menjalankan tugas dari WHO untuk memanggil semua orang yang sempat berkontak langsung dengan dirinya. Kondisinya itu di ceritakan kepada dr. Cheever dan meminta untuk mengurusi tanggungjawabnya sementara waktu.

Pada scane lain, ahli epidemi yang di Hongkong menganalisis video rekaman yang ada di sebuah kasino, tempat dimana Ny. Beth mampir dan melakukan kontak dengan orang-orang dari berbagai daerah seperti Ukrania. Saat keluar dari sebuah gedung dan masuk mengendarai minibus,  rekannya bekerja di Hongkong , Sun Feng, menyabotase Ally, membawa ke Desanya dan menyuruh tetap di desar tersebut selama obat dari virus tersebut belum didapatkan.

Pada kondisi itu, tenaga medis sangat dibutuhkan, bahkan banyak tenaga sukarela yang berusaha ikut dalam menangani wabah itu. Seluruh dunia mulai panik dengan wabah tersebut dan beberapa kebijakan pemerintah di setiap negara telah dilakukan, termasuk bekerja secara Online.

Dalam sebuah scane, jurnalis yang mencari tahu virus ini, ikut terjangkit, kondisi tubuhnya sama seperti penderita lainnya, dalam lamannya secara online, mengunggah video dimana dia meminum ramuan yang telah disiapkannya yang bernama forsythia dan mengatakan di akhir video tersebut bahwa jika dia masih ada besok hari, berarti obat ini bekerja.

Ada momen dimana dr. Cheever kehilangan banyak rekan-rekan yang membantunya menangani wabah ini, dan hal itu dicerikan ke istrinya, Aubrey. dr. Cheevar menyadari kondisi tersebut dan segera mengarahkan istrinya di tempat aman, ke bagian Atlantis.

Hari ke 18

Di berbagai daerah di Chicago mulai panik, orang-orang mulai berdatangan ke apotik, supermarket dll, untuk membeli kebutuhan-kebutuhan selama mengisolasi diri. Kondisi kota pun menjadi bar-bar ketika beberapa orang mulai tidak terkontrol untuk berebut kebutuhan tersebut. Termasuk tidak lagi antri, bahkan beberapa orang merusak tempat-umum untuk hal tersebut. Dalam film diperlihatkan beberapa daerah telah melakukan kebijakan semacam mengunci akses, hal ini terlihat dalam penjelasan petugas yang menutup jalan bahwa Gubernur telah memblok akses keluar-masuk agar semua orang dalam satu wilayah dikarantinakan. Dalam scene ini, diperlihat bahwa sang jurnalis masih tetap hidup, sontak obat diminumannnya tempo hari menjadi buruan di apotek, (diakhir cerita, tenyata jurnalis tersebut membuat sebuah konspirasi melalui lama onlinenya, ada semacam kerja sama dengan perusahaan besar)

Kondisi yang cukup gaduh ini, diperlihatkan orang-orang yang punya uang tidak lagi ada gunanya lagi. Karena semua barang-barang kebutuhan di toko-toko telah habis di jarah oleh orang-orang. Orang-orang mulai berjatuhan. Virus tersebut memakan korban terlalu banyak, hingga kantong mayat sudah tidak cukup untuk mereka. Pemerintah membuat pemakaman massal untuk pasien yang telah meninggal dunia. Orang-orang yang masih sehat melakukan aksi protes terhadap WHO untuk tidak menutupi kebenarannya. Pihak WHO masih berusaha menangani virus tersebut termasuk mencari vaksinnya, tetapi untuk kondisi ini, saran terbaik yaitu, tidak melakukan kontak dengan siapa pun (isolasi diri dalam rumah) dan sering mencuci tangan.


Hari ke 26

Orang-orang yang masih hidup mengantri makan, dan ketika semua mendapat informasi bahwa persiapan makan untuk hari itu telah habis semuanya jadi gaduh.


Hari ke 29

Beberapa tempat seperti kota mati, tidak berpenghuni. Namun, pada hari itu, seorang ahli telah berhasil mendapatkan vaksin untuk virus MEV-1, dr. Ally namanya. Dia telah menguji vaksinnya ke hewan terlebih dahulu, seperti monyet, kemudian dirinya untuk pertama kalinya.  Masalah yang dihadapi hanyalah bagaimana agar secepatnya memproduksi dengan jumlah yang banyak agar jumlah kematian bisa dihentikan segera. Hal itu dilakukan di 5 tempat yang dirahasiakan. Tidak membutuhkan waktu yang lama, pengumuman vaksin MEV-1 telah beredar diseluruh penjuru dunia. hal itu melegahkan semua orang. Hingga vaksin tersebut telah ditemukan tercatat sekitar 26 juta jiwa yang direnggut oleh virus tersebut. Dan pemerintah membutuhkan waktu sekitar setahun untuk menyebar luaskan vaksin tersebut ke semua orang yang terjangkit


Hari ke 131

Setelah beredar kabar tersebut, istri dr. Cheevar mendapatkan perlakuan kasar dari kelompok pria bertopeng, hal itu dilakukan untuk mendapatkan vaksin segera.

Jurnalis yang mengatakan forsythia sebagai obat virus tersebut ditangkap oleh aparat keamanan karena melakukan penipuan dan konspirasi yang menyebabkan pembantaian terjadi.


Hari ke 133

Hari itu diumumkan untuk pemberian vaksin pertama, dan ucapan terima kasih kepada segelintir orang yang telah bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang sangat ditungguh semua orang.

Di tempat lain di Hongkong, agen yang di saboase dilepaskan dengan catatan vaksin yang ditemukan segera diberikan kepada mereka. Hal itupun di setujui,
Dr. Cheevar, keluarga dan orang dekatnya mendapatkan vaksin lebih cepat.


Hari ke 135

Sampel vaksin yang temukan dr. Ally dan rekannya pada hari itu diamankan dalam laboratorium BLS-4 bersama dengan vaksin-vaksin virus yang berbahaya pernah muncul di dunia seperti SARS dan H1N1.


Hari ke 1

Malam itu, kawanan kelelawar terbang ke alam bebas setelah sarang mereka ditumbangkan alat berat. Seekor dari kelelawar hinggap di pohon pisang. Memakan buahnya yang telah masak. Sepotong dari pisang tersebut dibawanya pergi, terbang hingga singgah menggelantungkan diri di atas kabel dalam sebuah peternakan babi (mungkin dia mengira tempat itu cukup aman dari sebelumnya). Potongan pisang yang masih ada di mulut kelelawar tersebut jatuh di antara babi, dan langsung saja di santap oleh seekor babi. Babi yang telah memakan potongan pisah tersebut keesokan harinya di bawah ke pasar untuk dijual. Dibeli-lah oleh seorang koki di sebuah kasino. Kokinya sempat menyentuh bagian mulut babi tersebut, kemudian menyambut tamu yang datang ke kasino. Tamu itu adalah Ny. Beth.

***

Saya menyadari, ada banyak scane yang memiliki banyak makna namun tidak tergambarkan melalui tulisan ini. Maka dari itu, penulis menyarankan untuk teman-teman yang penasaran alur cerita film ini, bisa menontonnya secara langsung. DM penulis di akun instagram (@r.ahmad_rp) untuk situs filmnya. Semoga bermanfaat.

Post a Comment

0 Comments