![]() |
| pixabay.com |
“Buku tersebut dimulai dengan
menuliskan riwayat ayahnya yang juga ahli obat-obatan”
Benar kata teman saya
waktu kuliah dulu, seorang fotografer memiliki masalah ketika ia ingin
mengambil foto dirinya dengan sempurna. Saya melihat hal itu terjadi tokoh
dalam tulisan. Ia seorang yang gemar menulis sejak umur belia, khususnya
memberitakan kisah orang-orang dan berbagai temuan-temuannya. Tidak banyak
referensi yang ada tentang dirinya, atau mungkin saya sendiri yang kurang
mencarinya, ya mungkin saja. Dia adalah Ibn Juljul, seorang dokter Arab yang lahir
di Cordova Spanyol pada tahun 944. Dia meninggal pada 994. Dokter yang bernama
lengkap Abu Dawud Sulayman bin Hassan
Al-andalusi Ibnu Juljul ini dikenal menguasai betul ilmu yang digelutinya.
Sebelum memperdalam studinya di bidang kedokteran, pada usia yang masih amat
muda, 15 tahun, ia belajar tata bahasa dan
menjadi suatu kegemaran yang akan menuntunnya kepada karya-karya besar
di kemudian hari.
Ibn Juljul sedikit-banyak
terinspirasi dari sosok ayahnya. Hal itu nampak ketika Ibn Juljul memilih jalan
hidupnya. Ayah beliau dikabarkan sangat ahli mengenai obat-obat di Andalusia
pada masa itu. Di tangan Juljul keahlian itu dikembangkan dengan cukup baik. Juljul
banyak mempelajari buku-buku dari Yunani. Seperti buku karya Pedanius Dioscorides, seorang dokter
ahli farmasi dan ilmu botani. Dalam bidang ini, Ibn Juljul membuat karya buku
yang berjudul “Maqalah”, berisi tentang berbagai macam tumbuhan yang penting
bagi pengobatan termasuk sifat tumbuh-tumbuhan tersebut. Lalu dia juga
menuliskan efek dari penggunaan tumbuh-tumbuhan tersebut bagi organ tubuh
tertentu. Tumbuh-tumbuhan untuk herbal yang ditulisnya banyak berasal dari India dan beberapa dari daerah
dekat Cordoba, Juljul mendapatkan tanaman tersebut melalui rute perdagangan. Tidak
lupa Juljul dalam bukunya tersebut menambahkan nama orang yang pertama kali
menggunakan tumbuhan tersebut untuk pengobatan atau orang yang menceritakan
fungsi dan efek penggunaannya.
Ketertarikan sang Dokter mengenai ilmu herbal membanya
bertemu dengan kawan seprofesinya yaitu Albucasis (Abu al-Qasim Khalaf bin
Abbas Al-Zahrawi).
Albucasis merupakan seorang dokter bedah di Cordoba, yang menemukan penyakit
hemofilia. Mereka selalu berlatih bersama dan menuliskannya dalam bentuk
karya-karya terkenal sampai sekarang ini. Ibn Juljul sendiri
memiliki beberapa karya besar dan beberapa karyanya utamanya antara lain:
·
- Tafsir anwa’ al-adwiya’ al Mufrada min, Kitab diyuskuridus yang disusun pada tahun 982 M. Untuk buku ini hanya diringkasnya yang kemudian di publikasikan.
- Tabakat al-Athibba wa al-Hukuma yang
kemudian ripublikasikan tahun 987 M, buku ini diedit oleh Fu’ad Sayyid di bawah
judul “Les Generations des Megecin et des
saegs”
- Maqalah fi adwiyah’ at-Tirya
Diantara karya diatas, maka Tabakat al-Athibba wa
al-Hukuma yang istimewa. Menurut
Ibnu Abi Usaybi'a (ahli sejarah kedokteran) ,
Ibn Juljul menulis sebuah buku sejarah pengobatan yang telah diedit beberapa
kali. Buku tersebut dimulai dengan menuliskan riwayat ayahnya yang juga ahli
obat-obatan. Setelah itu dia menuliskan para ahli obat-obatan yang sangat
terkenal sebagai para pendahulunya di Andalusia. Dia juga banyak menuliskan
tentang hubungan maupun komunikasi yang baik antara kekalifahan Timur dan
Andalusia. Ibn Juljul juga menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang
melakukan perjalanan untuk mencari ilmu pengetahuan dan melakukan banyak
pelatihan. Dimasa mendatang, karya Ibn Juljul ini banyak dipelajari oleh
pakar-pakar dunia dan mengilhami mereka dalam membuat karya baru lagi, seperti Al Ghafiqi merupakan ahli botani paling cerdas pada masanya.
Sumber:
Disadur dari
berbagai sumber berupa buku dan situs online.

0 Comments