KELAKUAN ORANG KAYA

"Sepanjang aku hidup, tidak ada rumah yang tidak dijual. asal kita membelinya dengan harga tinggi. kalau perlu, sangat tinggi"

Hasil gambar untuk bob sadino
Warta Ekonomi
Laki-laki itu, punya hobi yang hampir mirip dengan kebanyakan orang-orang kaya lain di negeri ini. salah satunya, punya kesukaan pada mobil. karena itu, di beberapa kota yang kerap dia singgahi untuk urusan bisnis, tersedia dua jenis mobil yang paling suka, dengan merek dan seri yang sama.


Suatu sore, di salah satu kota tersebut, setelah menyelesaikan urusan bisnisnya, seperti biasa dia diantar oleh sopir-nya pulang ke salah satu rumahnya di kota itu. ketika melewati salah satu sudut di Jantung kota, mendadak dia minta sopir-nya menghentikan mobil.


"Coba kamu tanya ke satpam yang menjaga rumah di pojok bercat kuning itu. tanya siapa pemiliknya, nomor kontaknya, dan apakah ada kemungkinan rumah itu dijual."


Si sopir segera meminggirkan mobilnya. Dia pun keluar dari mobil itu, berjalan menyebrangi jalan, menemui satpam yang dimaksud. tepat di saat itu, dari arah belakang, sebuah mobil boks menghantam mobil yang sedang diparkir, yang di dalamnya ada Orang kaya tersebut. Benturan keras terjadi. Mobil penyok pada bagian belakang. namun, beruntung Si Penumpang tidak mengalami luka apapun.


Orang-orang datang mengerubuti. Si sopir penabrak diamankan warga. Si sopir pribadi langsung menyebrangi lagi. Dia memastikan bos-nya baik-baik saja. Satu mobil polisi datang, disusul satu mobil lain berisi sekretaris orang kaya itu.



“siapa yang menabrakku?” tanya orang kaya itu kepada tiga orang yang mengelilinya: seorang perwira polisi, sekretaris pribadinya, dan sopir pribadinya.
“sopir boks, Pak” jawab sekretarisnya, seorang perempuan paruh baya yang terlihat bagitu tegas dan beribawa.
Laki-laki kaya yang hampir berusia 70 tahun itu lalu berujar pelan kepada perwira polisi di dekatnya.
“Ya sudah. Tolong jangan dibuat ribut. Kasihan. Dia orang kecil. Bebaskan dia. Minta dia perbaiki mobil bosnya, aku yang menanggung ongkosnya.”
“siap, Pak!” perwira polisi itu menganggukkan kepalanya lalu menyalami-nya, dan pergi untuk menyelesaikan urusan yang dititahkan kepadanya.


Orang kaya lalu memalingkan mukanya kepada sekretaris pribadinya, 

“Coba kamu cari informasi, dari perusahaan apa mobil books itu. Kamu kontak pemiliknya. Siapa tahu perusahaan itu mau dijual. Sepanjang hidupku, kalau aku kecelakaan, orang yang menabrakku selalu punya usaha yang bagus. Dan biasanya bersedia aku beli.”

“Saya sudah tahu perusahaannya, Pak”
“Bagus?”
“Bagus sekali, Pak.”
Siapa yang punya?”
BAPAK.”

Laki-laki kaya yang  sorot matanya penuh pesona itu terlihat kaget.
“Maksudmu?”
“Iya, Pak. 

Mobil books itu adalah satu mobil dari salah satu perusahaan Bapak di kota ini”, ujar si Sekretaris itu dengan muka datar.


Giliran wajah laki-laki kaya itu menatap sopir pribadinya yang masih pucat.

“Mobil sudah diangkut?”
“Mobil derek sedang menuju ke sini, Pak. Mobil Bapak satunya lagi sudah sampai disini,” ujar sopir itu dengan suara agak gemetaran sambil menunjuk mobil dengan merek dan seri sama persis dengan mobil yang sudah ringsek bagian belakangnya.


Laki-laki kaya itu dengan langkah tenang seperti tidak terjadi apa-apa, menuju ke mobilnya yang sudah terparkir. Si sopir segera berlari. Membukakan pintu. Lalu dia masuk ke ruang kemudi. Mobil berjalan pelan.


Setelah beberapa ratus mobil berjalan, orang kaya itu bertanya kepada sopirnya.   

                   “sudah ketahuan siapa punya rumah bagus kuning itu?”
“sudah, Pak.”
“Apakah ada kemungkinan dijual?”
“Itu saya tidak tahu, Pak.”
“Sepanjang aku hidup, tidak ada rumah yang tidak dijual. Asal kita membelinya dengan harga tinggi. Kalau perlu, sangat tinggi.”
Si sopir mengangguk.
“Siapa yang punya rumah itu?”
Bapak, Pak.”


........



Sumber: Buku dengan Judul “KELAKUAN ORANG KAYA”,MOJOK

Post a Comment

0 Comments