Tetap tinggal di rumah saja, jangan panik dan yang
paling penting menata pola hidup yang sehat. Makanan dan olah raga, baik dalam
menunjang sistem imun tubuh. Saat ini ada banyak para pejuang medis yang masih
memikirkan hidup anda, sangat ajaib untuk pekerjaan mereka di masa sekarang
yang hanya mengharap imbalan yaitu “DI RUMAH SAJA”. Sangat ajaib. Mereka membagi
pekerjaan dalam dua bidang besar, medis dan non-medis. Jika anda berminat untuk
bergabung dengan mereka dalam penanganaan covid-19, silahkan klik link ini. Dan
jangan lupa, saling mengingatkan, terkhusus teman-teman yang berada di daerah
yang masih belum terjangkit virus, persuasif mereka dan beritakan info mutahir
dari virus ini.
***
Pada umumnya, virus dapat dicegah dengan memperkuat
sistem kekebalan tubuh. Itu artinya tubuh mengharap anda dalam mengatur pola makan
yang sehat, olahraga, bahkan mental. Hal
itu bisa dilakukan sembari menunggu
tibanya vaksin virus. Sederhananya seperti ini, vaksin sejatinya dibuat dari
virus yang dilemahkan atau bagian kode genetiknya. Vaksinasi membangun sistem kekebalan tubuh untuk siaga. Itu memacu produksi antibodi yang
bereaksi cepat menyerang virus target. Pengembangan virus yang aman dan efektif
dalam kondisi normal, hingga 5 tahun, tapi kasus virus corona berbeda, orang adu cepat. Sejumlah laboratorium telah uji
coba pada binatang. Tapi apakah hasilnya sudah bisa digunakan segera? Banyak pakar
yang skiptis.
Seorang pakar mengatakan Dr. Hilary Marston(National Insiutie of Allergy and Infectious
Diseases), “jika semua hal berjalan sangat cepat kita akan punya vaksin dalam
1,5 atau 2 tahun, itu pun sudah sangat optimistis”
Cukup lama bukan?, Dengan kata lain, apakah kita harus
berdiam diri hanya menangani pasien yang sudah terlanjur terinfeksi? Ada jalan
keluar sementara waktu. Mengingat vaksin yang efektif melawan virus Corona
masih perlu waktu cukup lama, sangat penting untuk menolong orang yang
terinfeksi dan sakit dengan obat-obatan. Misalnya, dengan imunisasi pasif
(menggunakan antibodi pasien yang sembuh dari sakit). Metode ini sudah
digunakan pada penyakit lainnya. Juga ada harapan dari obat-obatan yang
sebetulnya dikembangkan untuk penyakit lain yang bisa ampuh melawan covid-19,
misalnya “Remdesivir” yang sejatinya
bisa dikembangkan untuk melawan Ebola, ini sudah di uji coba saat Epidemi di
Afrika Barat (2013). Walau tidak terbukti sangat tidak efektif melawan Ebola,
tapi perusahaan menyebut bahwa itu punya efek pada virus corona, artinya bisa
membantu pasien covid-19.
Sumber: disadur dari Chaner Youtube DW

0 Comments